Respons Beberapa Kultivar Kacang Hijau (Vigna radiata L. Wilczek) terhadap Pemupukan Nitrogen Kedua Pada Awal Fase Reproduktif

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.33019/agrosainstek.v1i2.9

Kata Kunci:

fase, kacang hijau, nitrogen, pemupukan, reproduktif

Abstrak

Penelitian yang betujuan mengetahui respons beberapa kultivar kacang hijau terhadap pemupukan nitrogen kedua pada awal fase reproduktif dan mendapatkan dosis terbaik pada tiap kultivar, telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Jambi mulai dari bulan Januari sampai dengan Maret 2016. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok  pola faktorial dengan dua faktor   yang diulang dua kali. Faktor pertama adalah kultivar kacang hijau yang terdiri atas empat kultivar, yaitu ‘Betet’,’Walet’, ‘Parkit’, ‘Perkutut’, dan faktor kedua adalah dosis pupuk nitrogen lanjutan yang terdiri atas empat taraf yaitu tanpa pemupukan 30 kg N ha-1 , 40 kg N ha-1 , 50 kg N ha-1. Variabel yang diamati yaitu Periode reproduktif (hari), Jumlah polong per tanaman, Jumlah polong berisi per tanaman, Bobot biji per tanaman (g), Bobot 1000 biji (g). Data diolah dengan analisis varians yang dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan respons empat kultivar kacang hijau terhadap pemupukan nitrogen kedua pada awal fase reproduktif, khususnya pada variabel jumlah polong berisi per tanaman dan bobot biji per tanaman. Dosis  terbaik pada tiap-tiap kultivar yang dapat meningkatkan hasil  adalah kultivar walet 40 kg ha-1, kultivar parkit 30 kg ha-1, pada kultivar betet dan perkututpemupukan tidak memberikan pengaruh.   

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Biografi Penulis

  • Sosiawan Nusifera, Universitas Jambi

    Fakultas Pertanian

  • JS Simanjuntak, Universitas Jambi

    Fakultas Pertanian

  • MS Fitriani, Universitas Jambi

    Fakultas Pertanian

Diterbitkan

2017-11-28

Cara Mengutip

Nusifera, S., Simanjuntak, J. dan Fitriani, M. (2017) “Respons Beberapa Kultivar Kacang Hijau (Vigna radiata L. Wilczek) terhadap Pemupukan Nitrogen Kedua Pada Awal Fase Reproduktif”, AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian, 1(2), hlm. 68–73. doi:10.33019/agrosainstek.v1i2.9.