Pengaturan Waktu Panen dan Pemupukan Nitrogen Tanaman Utama Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Ratun Padi pada Lahan Pasang Surut

Pengaturan Waktu Panen dan Pemupukan Nitrogen Tanaman Utama Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Ratun Padi pada Lahan Pasang Surut

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.33019/agrosainstek.v4i2.131

Kata Kunci:

Lahan pasang surut, Pemupukan N, Ratun padi, Waktu panen

Abstrak

Budidaya tanaman padi dengan sistem ratun merupakan salah satu upaya peningkatan produksi padi di Lahan pasang surut.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu panen dan pemupukan Nitrogen  tanaman utama terhadap pertumbuhan dan hasil ratun padi di Lahan pasang surut.  Penelitian dilaksanakan pada bulan April – Agustus 2019 di Lahan Percobaan Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin di Desa Seri Menanti Kecamatan Tanjung Lago, yang terletak pada -203’45, 972”S 104045’36,054”E.  Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) yang diulang sebanyak tiga kali.  Adapun Petak Utama: Pemupukan N (N)  terdiri dari N1;  ½ dosis saat tanam + ½ dosis fase primordia, N2;1/3 dosis saat tanam + 1/3 dosis fase primordia + 1/3 dosis saat panen, dan N3;  1/3 dosis saat tanam + 1/3 dosis fase primordia + 1/6 dosis saat panen + 1/6 dosis pada  21 hari setelah panen.  Anak Petak : Waktu panen (W) terdiri dari W1; tanaman utama dipanen 5 hari sebelum 100% masak, W2; tanaman utama dipanen saat 100% masak dan W3; tanaman utama dipanen 5 hari setelah 100% masak.  Hasil penelitian menunjukan,  waktu panen dan pemupukan N tanaman utama berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil ratun padi di Lahan pasang surut.  Perlakuan waktu panen 5 hari sebelum 100% masak dan pemupukan N yang diberikan 1/3 dosis saat tanam + 1/3 dosis fase primordia + 1/3 dosis saat panen (W1N2), cenderung menunjukkan hasil ratun padi lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya, yaitu sebesar 2.06 ton ha-1 atau 54.2 persen  dibanding hasil tanaman utama. 

 

 

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Biografi Penulis

  • Gribaldi Gribaldi, Universitas Baturaja

    Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian

  • Nurlaili Nurlaili, Universitas Baturaja

    Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian

  • Iqbal Effendy, Universitas Musi Rawas

    Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian

Referensi

Adigbo SO, Wakatsuki T, Fabusoro E, Alarima CI, Alao OA, Odedina JN, Adeyemi OR, Fabunmi TO. 2013. Evaluation of the Performance of Lowland Rice-ratooned Rice-vegetable as Influenced by Fertilizer Rates in Sawah Rice Systems. Journal of Agricultural Science. 5(1):181-186.

Ambarita Y, Hariyono D, Aini N. 2018. Aplikasi Pupuk NPK dan Urea Pada Padi (Oryza sativa L.) Sistem Ratun. Jurnal Produksi Tanaman. 5(7):1228-1234.

Bovairi M, Shokuhfar A, Abadouz GR. 2016. Effect of Cutting Height and Seed Cutting Date on Grain yield and Yield Components in Berseem Clover (Trifolium alexandrinum L.). Research on Crop Ecophysiology. 11(2):104-111

Daliri MS, Eftekhari A, Mobasser HR, Tari DB, Porkalhor H. 2009. Effect of Cutting Time and Cutting Height on Yeild and Yield Components of Ratoon Rice (Tarom langroudi variety). Asian J Plant Sci. 8(1):89-91

Direktorat Jendral Prasarana dan Sarana Pertanian. 2013. Optimalisasi Lahan Melalui Teknologi Salibu, satu kali tanam 3 kali panen 1 tahun. Dirjen Prasarana dan Sarana. Kementerian Pertanian.

Faozi K, Wijonarko BR. 2010. Serapan Nitrogen dan Beberapa Sifat Fisiologi Tanaman Padi Sawah Dari Berbagai Umur Pemindahan Bibit. J. Pembangunan Pedesaan. 10(2): 93-101.

Gribaldi, Suwignyo RA, Hasmeda M, Hayati R. 2016. Fertilization Strategy to Increase Rice Growth and Production Under Two Flooding Condition on Two Lowland Swamp Types. Int. J. Agrivita. 38(1):64-72.

Gribaldi, Nurlaili, Danial E. 2020. Peningkatan Produktivitas Padi Hibrida Melalui Pemberian Pupuk N dengan System Ratun di Lahan Pasang Surut. J. Agrotek Tropika . 8(1):185-192

Mareza E, Djafar ZR, Suwignyo RA, Wijaya A. 2016. Morfofisiologi Ratun Padi Sistem Tanam Benih Langsung di Lahan Pasang Surut. J. Agron. Indonesia. 44(3):228-234.

Mastur. 2015. Sinkronisasi Source dan Sink untuk Peningkatan Produktivitas Biji pada Tanaman Jarak Pagar. Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri. 7(1):52-68.

Mobasser HR, Rostaei K, Qasempour AM. 2012. The Effect of Main Crop Harvesting Yime on Rice-ratoon and Berseem Clover (Trifolium alexanderinum L.) Yield as Intercropping system. Tech J Engin App Sci. 2(1):17-21

Mungara E, Indradewa D, Rogomulyo, R. 2013. Analisis Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah (Oryza sativa L.) Pada Sistem Pertanian Konvensional, Transisi Organik dan Organik. Vegatalika. 2(3):1-12.

Mungara E, Indradewa D, Rogomulyo R. 2013. Analisis Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah (Oryza sativa L.) Pada Sistem Pertanian Konvensional, Transisi Organik dan Organik. Vegatalika. 2(3):1-12.

Nakano H, Morita S, Kitagawa H, Takahashi M. 2009. Effect of cutting height and trampling over stubbles of the first crop on dry matter yield in twice harvest of forage rice. Plant Prod. Sci. 12:124-127.

Petroudi ER., Noormohammadi G, Mirhadi MJ, Madani H, Mobasser HR. 2011. Effect of Nitrogen Fertilization and Rice Harvest Height on Agronomic Yield Indices of Ratoon Rice-Barseem Clover Intercropping System. Aust J Crop Sci. 5(5):566-574.

Pinera DR, Martin AA Jr. 2011. Ratooning Technology: a Crop Management Strategy to Step up Hybrid Rice Productivity. Philippine J Crop Sci. 36(1):45.

Santos AB, Fageria NK, Prabhu AS. 2003. Rice Ratooning Management Practices for Higher Yields. Commun. Soil Sci. Plant Anal. 34:881-918.

Setiawan A, Moenandir J, Nugroho H. 2012. Pengaruh Pemupukan N,P, K Pada Pertumbuhan dan Hasil Padi (Oriza sativa L.) Kepras. http:// pustakapertanianub.staff.ub.ac.id/files/2012/05/JURNAL.pdf. [1 April 2015].

Sinaga PH. 2015. Analisis Genetik Potensi Ratun Genotipe Padi (Oryza sativa L.) Specifik Lahan Pasang Surut. [Disertasi]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Susilawati, Purwoko BS, Aswiddinnor H, Santoso E. 2011. Keragaan Varietas dan Galur Padi Tipe Baru Indonesia dalam System Ratoon. J. Agron. Indonesia. 38(3):177-184.

Tando E. 2018. Review: Upaya Efisiensi dan Peningkatan Ketersediaan Nitrogen Dalam Tanah Serta Serapan Nitrogen Pada Tanaman Padi Sawah (Oryza sativa L.). Buana Sains. 8(2):171–180.

Tarpley L, McCauley GN, Jund MF. 2008. Ratoon (second) Crop Production. In: Texas Rice Production Guidelines 2008. Texas (US): Texas AgriLife Research & Extension Service. pp. 51-52.

Yazdpour H, Shahri MM, Soleymani A, Shahrajabian MH. 2012. Effects of Harvesting Time and Harvesting Height on Grain Yield and Agronomical Characters in Rice Ratoon (Oryza sativa L.). J Food Agric. & Env. 10(1):438-440.

Zaqiah MH, Agustiani N, Sriyana, Hayashi K. 2017. Karakteristik Keragaan Agronomis Varietas Padi Sawah Tadah Hujan pada Pemupukan Nitrogen dan Perlakuan Air. J. Lahan Suboptimal. 6(2):176-184.

Diterbitkan

2020-10-16

Cara Mengutip

Gribaldi, G., Nurlaili, N. dan Effendy, I. (2020) “Pengaturan Waktu Panen dan Pemupukan Nitrogen Tanaman Utama Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Ratun Padi pada Lahan Pasang Surut: Pengaturan Waktu Panen dan Pemupukan Nitrogen Tanaman Utama Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Ratun Padi pada Lahan Pasang Surut”, AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian, 4(2), hlm. 121–128. doi:10.33019/agrosainstek.v4i2.131.