Identifikasi dan Toleransi Kemasaman Mesofauna Indigenous Tanaman Lada untuk Pertumbuhan Bibit Lada (Piper nigrum L.)

Identifikasi dan Toleransi Kemasaman Mesofauna Indigenous Tanaman Lada untuk Pertumbuhan Bibit Lada (Piper nigrum L.)

Penulis

  • Ratna Santi Universitas Bangka Belitung image/svg+xml
  • Gusmaini Gusmaini Indonesian Spice and Medicinal Crops Research Institute , Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
  • Mamik Sarwendah Kepulauan Bangka Belitung Assessment Institute for Agricultural Technology , Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kepulauan Bangka Belitung

DOI:

https://doi.org/10.33019/agrosainstek.v4i2.122

Kata Kunci:

Kemasaman, Mesofauna, Pertumbuhan lada

Abstrak

Rendahnya kesuburan tanah di Bangka menjadi permasalahan utama dalam pola budidaya lada secara menetap. Pemanfaatan mikro dan mesofauna berperan dalam dekomposisi bahan organik, memperbaiki struktur tanah, daur ulang hara dan mengurangi kehilangan hara. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi mesofauna isolasi dibawah tegakan lada dalam memacu pertumbuhan bibit lada. Tahapan awal kegiatan yaitu identifikasi dan analisis kelimpahan mesofauna contoh tanah yang diambil dari Bangka induk dan Bangka Selatan sebagai sentra produksi tanaman lada. Uji potensi toleransi kemasaman mesofauna dengan menumbuhkan bibit lada secara pot sistem pada tingkat kemasaman media yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan mesofauna yang diperoleh jenis Acari dan Collembola dari famili Neanuridae, Isotomidae, Hypogastruridae, Entomobrydae, Sminthuridae, Mesotigmata, Cyphoderidae. Berdasarkan toleransi terhadap pH mesofauna yang teridentifikasi adalah golongan indifferen yang hidup pada kondisi asam dan basa. Mesofauna mampu memperbaiki kesuburan tanah ditunjukkan dengan meningkatnya kandungan C-organik, hara makro P, K, pH tanah dan aerasi tanah. Perbaikan kimia tanah dan porositas tanah akan memacu perkembangan akar dan pertumbuhan bibit lada.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Biografi Penulis

  • Ratna Santi, Universitas Bangka Belitung

    Program Studi Agroteknologi

  • Gusmaini Gusmaini, Indonesian Spice and Medicinal Crops Research Institute, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat

    Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat

  • Mamik Sarwendah, Kepulauan Bangka Belitung Assessment Institute for Agricultural Technology, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kepulauan Bangka Belitung

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kepulauan Bangka Belitung

Referensi

Ananda R, Sabrina T, Sarifuddin. 2017. Dinamika Populasi Mesofauna Tanah Akibat Pemberian Beberapa Jenis dan Cara Aplikasi Bahan Organik Pada Piringan Kelapa Sawit. Jurnal Agroekoteknologi FP USU 23: 178- 184.

Anwar EA, Ginting RCB. 2013. Mengenal Fauna Tanah dan Cara Identifikasinya. Badan penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian. Bogor : IAARD Press.

Andri P, Rohmah UY,Winarti R, Darwati CK, Afiar SA. 2016. Struktur Komonitas Mesofauna Dan Makrofauna Di Gua Groda, Gunung Kidul. Jurnal Sains Dasar 5(2) : 133-139.

Coulibalya SFM, Coudraina BD, Mickael H, Brunetc N, Maryc B, Recousd S, Chauvata M. 2017. Effect Of Different Crop Management Practices On Soil Collembola Assemblages: A 4-year follow-up. Soil Ecology 119 : 354-366.

Culliney TW. 2013. Role Of Arthropods In Maintaining Soil Fertility. Journal Agriculture 3(1): 629 – 659.

Erniyani K, Wahyuni S dan Pu’u MSW. 2010. Struktur Komunitas Mesofauna Tanah Perombak Bahan Organik Pada Vegetasi Kopi Dan Kakao. Jurnal Agrica 1(1): 1-8.

Eviati, Sulaeman. 2009. Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air dan Pupuk, Petunjuk Teknis. Bogor : Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. Balai Penelitian Tanah.

Gillet S, Ponge JF. 2004. Are Acid Tolerant Collembola Communities Able To Colonise Metal Polluted Soil. Journal Apllied Soil Ecology 26(3): 219-231.

Hilman I, Handayani EP. 2013. Keanekaraganan Mesofauna Dan Makrofauna Tanah Pada Areal Bekas Tambang Timah Di Kabupaten Belitung Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Jurnal Silvikultur Tropika 4(1): 35–41.

Ibrahim H, Hudha AM dan Rahardjanto A. 2014. Keanekaragaman Mesofauna Tanah Daerah Pertanian Apel Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu Sebagai Bioindikator Kesuburan Tanah. Prosiding Seminar Nasional XI Pendidikan Biologi 11(1):581-587.

Magurran AE. 1988. Ecological Diversity and Its Measurement. London : Cambridge (UK) University Press.

Menta C. 2012. Soil Fauna Diversity, Fuction, Soil Degradation, Biological Indices, Soil Restoration. Science, Technology And Medicine Open Access Publisher. http://www.intechopen.com/books/biodiversity-conservation-and-utilization-in-a-diverse-world/soil-fauna-diversity-function-soil-degradation-biological-indices-soil-restoration. [13 Desember 2015].

Mukti C, Sugiyarto, Mahajoeno E. 2004. Keanekaragaman Mesofauna dan Makrofauna pada berbagai Tanaman Sela di Hutan Sengon Paraserianthes falcataria (L) nielsen) RPH Jatirejo Kediri. Jurnal Biosmart 6 (1): 57-64.

Manu M, Iordache V, Bancila RI, Bodescu F, Onete M. 2016. The Influence Of Environmental Variables On Soil Mite Communities (Acari ; Mesogtigmata) From Overgrazed Grassland Ecosytems. Jounal of Zoology 83(1): 89-97

Rahmawati. 2004. Studi Keanekaragaman Mesofauna Tanah Di Kawasan Hutan Wisata Alam Sibolangit (Desa Sibolangit, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Daerah Tingkat II Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara). http://library.usu.ac.id/ download/fp/hutan-rahmawaty12.pdf. [4 Januari 2016].

Santi R, Aini SN, Darmawan N. 2018. Growth and production of melon plant (Cucumis melo L) in ultisol soil with addition of liquid organic fertilizer (LOF) pineapple peel. Agrosainstek: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian. 2(1): 31-39. DOI: 10.33019/agrosainstek.v2i1.21.

Santi R, Pratama D, Kusniadi R, Robiansyah. 2018. Diversity Relation Between Soil Mesofauna and C-organic Content in Pepper Plantation Area, Petaling, Bangka Belitung Islands. International Conference on Maritime and Archipelago (ICoMA 2018). Advances in Engineering Research 167: 220-225.

Saraswati R, Husen E, Simanungkalit RDM. 2007. Metode Analisis Biologi Tanah. Bogor : Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. Balai Penelitian Tanah.

Suharjono YR, Deharveng L dan Bedos A. 2012. Collembola (Ekor Pegas). Bogor : Penerbit Vegamedia.

Tarumingkeng RC. 2000. Biologi dan Pengenalan Rayap Perusak Kayu di Indonesia. Bogor: Laporan Lembaga Penelitian Hasil (LPHH) No. 133.

Wulandari S, Sugiyarto, Wiryanto. 2007. Pengaruh Keanekaragaman Mesofauna Dan Makrofauna Tanah Terhadap Dekomposisi Bahan Organik Tanaman Di Bawah Tegakan Sengon (Paraserianthes falcataria). Jurnal Bioteknologi 4(1): 20-27.

Diterbitkan

2020-09-03

Cara Mengutip

Santi, R., Gusmaini, G. dan Sarwendah, M. (2020) “Identifikasi dan Toleransi Kemasaman Mesofauna Indigenous Tanaman Lada untuk Pertumbuhan Bibit Lada (Piper nigrum L.): Identifikasi dan Toleransi Kemasaman Mesofauna Indigenous Tanaman Lada untuk Pertumbuhan Bibit Lada (Piper nigrum L.)”, AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian, 4(2), hlm. 85–94. doi:10.33019/agrosainstek.v4i2.122.